Dang Lupa ko Komering

“Jangan lupakan Komering.”

Maskot Raka dan Ratih mengenakan busana adat pengantin Komering berwarna merah marun dan emas

Raka & Ratih menyapa:

Payu kita liak jama-jama!

(Mari kita lihat bersama-sama!)

Kenali sejarah, asal-usul, adat pernikahan, lagu daerah, makanan khas, dan wilayah di sepanjang Sungai Komering, hingga terjemahan Basa Kumoring bersama pemandu virtual Raka & Ratih.

Kata di kamus
3.739
Contoh kalimat
3.658
Kebuayan/marga
10
Kabupaten
4

Ratih Menerjemahkan

Penerjemah Basa Kumoring

Saat kamu mengetik, mesin lokal mencocokkan tiap kata dengan 3.739 kata Kamus Basa Kumoring. Tekan Terjemahkan, dan Gemini menyusun kalimat yang alami dari entri kamus serta 3.658 contoh kalimatnya.
Bahasa Indonesia
Basa Kumoring
0/400

Hasil · Basa Kumoring

Hasil terjemahan akan muncul di sini.

Cakupan kamus
—

Cocok di kamusDipelajari dari korpusDari kata dasarKoreksi ejaanBelum dikenal

Coba contoh kalimat:

Kamus Basa Kumoring

3.739 Kata, Lengkap dengan Contoh

1.808 kata dasar & 1.931 kata turunan — cari dalam Bahasa Indonesia atau Komering.

Memuat kamus…

Sumber: Kamus Basa Kumoring, dirapikan otomatis (spasi, kelas kata, varian ejaan, rujukan “lihat”, entri ganda). Asal data dan catatannya ada di halaman Sumber & kredit. Ejaan dan arti bisa berbeda antar-marga; bantu kami menyempurnakannya bersama penutur asli Komering.

Raka bercerita

Jejak Sejarah Ulun Kumoring

Seperti Way Komering yang mengalir dari Danau Ranau ke Palembang, kisah masyarakatnya pun mengalir: dari leluhur di dataran tinggi Sekala Brak hingga pemekaran kabupaten.

Hulu · Sekala Brak & Danau Ranau

  1. Masa Leluhur

    Berakar dari Sekala Brak

    Leluhur Ulun Kumoring (orang Komering) diyakini berasal dari dataran tinggi Sekala Brak di sekitar Gunung Pesagi dan Danau Ranau — kawasan yang juga dianggap tanah asal masyarakat Lampung. Karena itu, Basa Kumoring serumpun dengan bahasa Lampung.

  2. Cerita Tutur

    Asal Nama "Komering"

    Salah satu cerita tutur menyebut nama Komering berasal dari seorang saudagar asal India bernama Komering Singh yang singgah dan wafat di tepian sungai ini. Sejak itu sungainya dikenal sebagai Way Komering, dan masyarakat di sepanjang alirannya disebut Ulun Kumoring.

  3. Persebaran

    Menyusuri Way Komering

    Kelompok-kelompok keturunan (buay) bergerak menyusuri sungai dari hulu ke hilir, membuka dusun dan ladang di tepian Way Komering. Dari sinilah lahir kebuayan seperti Buay Madang, Semendawai, dan Buay Pemuka yang namanya masih dipakai hingga kini.

  4. Abad ke-17–19

    Bersama Kesultanan Palembang

    Wilayah uluan, termasuk tanah Komering, menjalin hubungan dengan Kesultanan Palembang Darussalam. Kitab hukum adat Simbur Cahaya — yang dikaitkan dengan Ratu Sinuhun — menjadi pedoman pemerintahan marga di daerah uluan.

  5. Masa Kolonial

    Sistem Marga & Pasirah

    Pemerintah kolonial Belanda mempertahankan marga sebagai unit pemerintahan adat. Setiap marga dipimpin seorang Pasirah, dan tanah Komering dibagi ke dalam wilayah administratif Komering Ulu dan Komering Ilir.

  6. 1983

    Berakhirnya Pemerintahan Marga

    Sebagai pelaksanaan UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, Gubernur Sumatera Selatan menghapus sistem pemerintahan marga pada 1983. Marga tak lagi menjadi unit pemerintahan, tetapi tetap hidup sebagai identitas adat dan kekerabatan.

  7. 2003

    Lahirnya OKU Timur & OKU Selatan

    Melalui UU No. 37 Tahun 2003, Kabupaten Ogan Komering Ulu dimekarkan menjadi OKU, OKU Timur (ibu kota Martapura), dan OKU Selatan (ibu kota Muaradua) — rumah bagi sebagian besar Ulun Kumoring.

  8. Kini

    Menjaga Basa Kumoring

    Basa Kumoring (kode ISO 639-3: kge) masih dituturkan ratusan ribu orang, tetapi generasi muda makin jarang memakainya. Kamus mencatat keluhan yang sama: “incang-incang di Kumoring sa nayah tapi jolma ganta mak nayah sai pandai” — pantun-pantun di Komering banyak, tetapi orang sekarang tidak banyak yang bisa.

Hilir · Palembang & masa kini

Tanoh Kumoring

Peta Wilayah Sebaran Komering

Ketuk titik di peta untuk mengenal kota dan kawasan penting di sepanjang aliran Way Komering — dari Danau Ranau hingga Palembang.
Peta wilayah sebaran Suku Komering di Provinsi Sumatera Selatan: OKU Selatan, OKU Timur, OKU, dan OKI, dengan aliran Sungai Komering dari Danau Ranau ke Palembang
OKU Timur

Martapura

Ibu kota OKU Timur dan salah satu jantung tanah Komering. Di sekitarnya terdapat kecamatan yang memakai nama kebuayan lama: Buay Madang, Semendawai, Bunga Mayang, dan Buay Pemuka Peliung.

Daftar lokasi

Buay & Marga

Kebuayan & Marga Komering

Buay berarti keturunan. Dahulu marga dipimpin seorang Pasirah; kini banyak nama kebuayan hidup sebagai nama kecamatan.
OKU Timur

Buay Madang

Kebuayan di aliran tengah Way Komering. Namanya kini diabadikan sebagai Kecamatan Buay Madang dan Buay Madang Timur.

OKU Timur

Madang Suku

Wilayah adat yang terbagi menjadi Madang Suku I, II, dan III — kini masing-masing menjadi kecamatan di OKU Timur.

OKU Timur

Semendawai

Bekas Marga Semendawai Suku I–III. Kini menjadi Kecamatan Semendawai Barat, Semendawai Timur, dan Semendawai Suku III.

OKU Timur

Bunga Mayang

Wilayah adat di tepian Way Komering yang namanya kini dipakai sebagai Kecamatan Bunga Mayang.

OKU Timur

Buay Pemuka Peliung

Kebuayan "Pemuka" yang kini menjadi Kecamatan Buay Pemuka Peliung, tak jauh dari Martapura.

OKU Timur

Buay Pemuka Bangsa Raja

Kerabat kebuayan Pemuka, kini diabadikan sebagai Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja.

OKU Selatan

Buay Rawan

Kebuayan di kawasan hulu, kini menjadi nama kecamatan di Kabupaten OKU Selatan.

OKU Selatan

Buay Sandang Aji

Kebuayan di dataran tinggi OKU Selatan yang namanya kini menjadi nama kecamatan.

OKI

Tanjung Lubuk

Wilayah Komering Ilir di Kabupaten OKI, di tepian hilir Way Komering.

OKI

Sirah Pulau Padang

Wilayah Komering Ilir di Kabupaten OKI, dekat pertemuan aliran sungai menuju Palembang.

Data disusun dari nama kebuayan dan wilayah adat yang kini menjadi nama kecamatan. Silakan lengkapi bersama tetua adat setempat.

Busana & adat

Busana Pengantin & Adat Pernikahan

Beludru merah, sulaman emas, dan songket berkilau. Ketuk tiap titik untuk mengenal makna di balik busana adat Komering.
Sepasang pengantin berbusana adat Komering — beludru merah bersulam emas, songket, kopiah dan mahkota emas — berdiri di depan rumah panggung kayu

Mahkota Emas

Mahkota bertingkat dengan ornamen kembang dan rumbai berjuntai untuk mempelai perempuan. Lambang kemuliaan, kehormatan, dan doa agar rumah tangga berkembang.

Tahapan Adat Pernikahan

Istilah dan maknanya diambil dari Kamus Basa Kumoring; ketuk nomor kamus untuk membuka entrinya. Urutan dapat berbeda di setiap marga.

  1. Mancik · Perkenalan Orang Tua

    Perkenalan orang tua calon mempelai — menurut kamus, tahap pertama dalam tahapan pernikahan adat Komering.

  2. Ngalamar · Lamaran & Baban Binatok

    Pihak laki-laki melamar sambil membawa baban binatok: barang antaran calon pengantin laki-laki.

  3. Nerolok · Menentukan Hari

    Kedua keluarga bermusyawarah menentukan waktu pernikahan.

  4. Ulangan · Berpantun Keliling Kampung

    Sebelum menikah, calon pengantin biasanya berpantun seperti bernyanyi keliling kampung.

  5. Nyawak & Buantak · Gotong Royong Hajatan

    Bapak-bapak membawa beras dalam karung (nyawak), ibu-ibu membawa beras dan pecah belah (buantak) untuk persiapan hajatan.

  6. Kunkunan · Utusan Penjemput

    Utusan dikirim lebih dulu sebelum penjemputan pengantin perempuan.

  7. Cacap · Akad Nikah & Cacap

    Setelah akad nikah, kepala kedua kabayan (pengantin) disiram.

  8. Arak & Bumiyah · Arak-arakan & Pesta

    Kabayan diarak keliling kampung, lalu pesta besar semalam suntuk (bumiyah) dimeriahkan pantun canggoh dan bindiran.

  9. Jajuluk · Pemberian Gelar

    Pengantin menerima jajuluk — misalnya Mangku Alam untuk suami dan Nai Mangku Alam untuk istri.

Bangik nihan!

Kuliner Khas Tanah Komering

Way Komering kaya iwak (ikan), dan pawon (dapur)-nya kaya rasa: asam, pedas, gurih, hingga legit. Ada pula tradisi katodan: membagi nasi dan lauk pauk kepada tetangga.
Pindang ikan berkuah merah dengan tomat, nanas, cabai, dan daun kemangi di dalam panci

01 · Lauk Berkuah

Pindang Komering

Pindang ikan sungai

Kuah asam-pedas yang harum, ikan sungai yang lembut — inilah gulai kebanggaan tepian Way Komering.

Kamus Basa Kumoring mencatat pindang sebagai lauk ikan berkuah dengan bumbu dapur yang menjadi ciri khas gulai di Komering. Hidangan ini lahir dari sungai: iwak (ikan) segar tangkapan pagi langsung masuk ke kuali di pawon (dapur).

Baca kisah lengkap, bahan & cara menikmati

Penganan lain di kamus

Lagu Daerah

Lagu “Dang Lupa ko Komering”

Lagu yang menjadi nama aplikasi ini. Dengarkan rekamannya dan ikuti lirik Basa Kumoring yang tersorot baris demi baris, lengkap dengan terjemahannya. Ketuk satu baris untuk langsung memutar bagian itu.

Dang Lupa ko Komering

Lagu daerah Komering · Sumatera Selatan

♪ Intro musik

0:004:33
Pencipta
NN (lagu daerah Komering, pencipta tidak diketahui)
Rekaman
Video YouTube “Dang Lupa Ko Komering — Lagu Daerah Komering SUMSEL | Lirik, Aksara & Terjemahan”

Lirik tersorot mengikuti rekaman. Terjemahan bebas disusun dengan bantuan Kamus Basa Kumoring; tujuh kata lirik (nyuntuh, tajok, andan, kacaroman, sangon, among, lebu) dicatat di kamus dengan tanda “arti dugaan” sampai dipastikan penutur asli.

Bait 1

Bait 2

Reff4×

Bait 3

Bait 4

Reff4×, diulang hingga akhir

Kosakata dari Lagu

Memuat kosakata…

Juluk & adok

Generator Jajuluk

Menurut kamus, jajuluk adalah gelar atau nama panggilan yang diberikan setelah menikah. Bila gelar pengantin laki-laki Mangku Alam, gelar pengantin perempuannya Nai Mangku Alam. Ciptakan jajuluk kreasimu!
Jenis kelamin
Karakter yang paling menggambarkanmu

“Amon niku kahwin rik jolma kumoring bujajuluk” — kalau kamu menikah dengan orang Komering, kamu akan bergelar. Jajuluk di sini adalah kreasi untuk edukasi; jajuluk yang sesungguhnya diberikan keluarga dan tetua adat.

Jajuluk Komering

Jajulukmu akan muncul di sini

Isi nama, pilih karakter, lalu tekan Anugerahkan Jajuluk.

Kuis Ulun Kumoring

Sepuluh pertanyaan acak tentang bahasa, sejarah, dan budaya Komering. Seberapa Komering dirimu?

Siap diuji, Sanak?

10 soal acak: budaya Komering, ditambah kosakata yang diambil langsung dari 3.739 kata kamus. Tiap jawaban disertai penjelasan.